Senin, 13 Oktober 2014

Pengantar Telematika

08.13 Posted by Yuni Putri Wulan Sari No comments


Definisi Telematika
Kata Telematika berasal dari “TELEMATIQUE” bahasa Perancis yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi.
Media Komunikasi yang digunakan untuk telematika adalah Internet, handphone dan video conference. Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan, digunakan standar protokol internet yaitu TCP/IP. TCP bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan baik, sedangkan IP bertugas untuk mentransmisikan paket data dari satu komputer ke komputer lainya. Handphone atau biasa disebut Telepon Genggam atau yang sering dikenal dengan nama Ponsel merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel.  Video converence Video conference adalah layanan yang menyediakan fasilitas untuk mempertemukan dua pihak atau lebih menggunakan jaringan internet broadband.
Perkembangan telematika sebelum dan sesudah internet muncul adalah Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara            rakyat  dengan            rakyat.Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang        radio siaran non pemerintah.Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.
Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.
Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.
Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.
Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya.
Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise.
Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.
Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).
 Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.
Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.
Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.
Perkembangan Telematika di Indonesia pada saat ini sangat pesat dan canggih. Dengan perkembangan yang yang pesat dan canggih ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan hal yang positif, sehingga telematika di Indonesia mempunyai bobot atau nilai yang tinggi di mata dunia.
Dengan adanya perangkat komputasi yang semakin canggih, penggunaan memory dengan ukuran yang besar, berkembangnya aplikasi-aplikasi yang mendukung telematika, dan mudahnya mencari informasi tentang telematika pada internet, semua itu dapat mendukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Tentu saja itu akan menjadi tren ke depan telematika. Selain itu banyak alat telekomunikasi yang canggih dan smart yang bermunculan, sehingga telematika tidak hanya digunakan pada komputasi saja tetapi bisa pada alat komunikasi.


Minggu, 29 Juni 2014

Our Song

07.54 Posted by Yuni Putri Wulan Sari No comments


Ujian akan diadakan pada tanggal 10 Juli 2014, begitulah informasi yang didapat dari website kampus. Syerin hanya bisa memandangi layar laptop dengan tatapan kosong. “ujian akhir sebentar lagi, tapi tugas akhir belum selesai juga. Bagaimana mau selesai, kelompok aja aku ngga punya” begitulah gumam Syerin. Syerin adalah orang Indonesia yang sedang berkuliah di Inggris dan mengambil jurusan musik. Ya sebagai tugas akhirnya ia harus membuat sebuah lagu, ya benar benar lagu yang utuh, mulai dari lirik, aransemen dan segalanya harus dibuat secara kelompok. Bahkan jika sampai kelompoknya membuat sebuah video, kelompok tersebut bisa mendapatkan nilai tertinggi di angkatannya. Senjata terakhir Syerin adalah menghubungi sahabatnya yang juga orang Indonesia. “Daniel, bagaimana dengan tugas akhirnya? Apa sudah dapat kelompok?”, Daniel hanya bisa menahan nafasnya dan menjawab, “kelompok? Aku menunggu kau untuk membuat tugas akhir, kau pikir aku punya teman? Kita berdua itu sudah ditakdirkan hidup bersama di kota London laknat ini ayo kita mulai membuatnya”. Syerin sedih namun senang mendengar perkataan temannya itu, sedih karena mereka berdua tidak punya teman dan senang karena ia masih punya teman seperti Daniel di kota orang.
Mereka berada di cafe kesayangan mereka dan Syerin mulai membuka buku catatannya, ia bertanya pada Daniel “lagu seperti apa yang ingin kau buat?”, “entah, mungkin lagu patah hati. Tidak, maksudku patah semangat. Aku sudah muak dengan keadaan disini. Jika tidak ada kau mungkin aku sudah kabur dari kampus ini.” Syerin hanya mendengarkan namun tak memperhatikannya, ia hanya mengangguk. Daniel membuka tasnya dan menemukan surat berwarna pink “hah, di kota modern seperti ini masih saja ada yang berperilaku seperti ini? Ck”. Syerin mulai melihat apa yang sedang dilakukan Daniel dan bertanya, “kenapa?”. “ada yang mengirimkan aku surat, sudah beberapa hari ini surat ini selalu masuk kedalam tas, perilakunya seperti orang Asia saja”. “bagaimana jika kita membuat lagu tentang wanita itu saja dan? Sepertinya akan seru” tawar Syerin.  Syerin pandai membuat aransemen, dan Daniel sangat pandai untuk membuat lirik lirik yang membuat wanita jatuh hati. Mungkin ini akibatnya mengapa ada surat yang sering Daniel dapatkan.
“Kau memberikanku surat, kau begitu aneh namun aku suka membaca surat. Terima kasih sudah memberikan surat ini padaku. Tapi siapa dirimu, aku ingin tahu. Ayo berkenalan, mungkin kedepannya kita bisa bersama” begitulah reff dari lagu yang dibuat oleh Daniel. Namun Daniel belum tahu seperti apa akhir dari lagu tersebut. Daripada membuang waktu  Syerin mulai membuka laptopnya dan membuat aransemen di laptopnya. Mungkin dirumahnya akan ditambah suara gitar dan juga piano. Syerin juga berkata bahwa akhir dari lagunya akan dia buat.
Bakat apa yang sudah diberikan Tuhan kepada mereka. Mereka juga akan menyanyikannya. Ya mereka memang bisa bernyanyi dan suaranya diatas rata rata. Namun memang disini hidup harus berindividu maka mereka hanya berteman satu sama lain. Mereka sudah rekaman sekaligus merekamnya untuk dijadikan video clip. “bagaimana dengan akhir lagunya?” Daniel penasaran dengan akhir lagunya.  “rencananya akhir lagu akan aku yang nyanyikan. Jadi kau dengar saat sudah selesai ya” Syerin diam dan tersenyum, Daniel tidak bisa menolak permintaan Syerin apalagi jika ia sudah tersenyum, “ya aku mengerti, pasti lirikmu begitu norak” Daniel pergi sambil mengacak acar rambut Syerin. “hey, kau akan terpukau setelah melihatnya” Syerin hanya teriak sambil tersenyum.
Hari pengumpulan tugas akhirpun hampir tiba, Daniel menginap di apartemen milik Syerin. Hanya butuh suara aransemen gitar dan juga piano. Mereka berdua menyanyikan bagian awal secara bersamaan. Setelah itu Daniel tidur di sofa, namun Syerin masih mengedit aransemen dan juga video clip. Ya, sekarang adalah hari pengumpulan tugas akhir, semua orang berkelompok sebanyak 3-4 orang, namun Syerin dan Daniel hanya berdua. Mereka sudah mengumpulkan tugasnya.
Beberapa hari kemudian, diberitahukan nilai akhir dari tugas akhir tersebut. Nilai Syerin dan Daniel sama dengan Band yang sudah terkenal di Kampus mereka. Syerin dan Daniel hanya saling berangkulan karena senang, dan daniel berkata “ bagus, aku akan melihat video dan juga akhir dari lagu kita”. Pihak kampus akan mengunduh seluruh video dan lagu yang telah dibuat mahasiswanya agar mereka saling tahu bagaimana kekurangan dan kelebihan dari kelompok masing masing.
Malam ini Daniel menunggu video tersebut, dia terkejut saat ia menekan link Syerin & Daniel yang berjudul “Our Song” diawal lagu terdapat foto foto mereka berdua, bahkan ada foto Daniel yang diambil secara diam diam oleh Syerin. Daniel hanya tertawa melihat hasil karya temannya itu. Dan diakhir lagu Daniel mulai membesarkan volume lagunya.
“itu aku, aku yang sering memberimu surat, akulah orang Asia aneh yang memberikan hal usang kepadamu, aku hanya bisa memberimu itu. Saat kau membuat lirik bahwa kau suka membaca surat, itu membuatku senang, begitu senang. Aku senang membuatmu senang, ayo kita mulai bersama” begitulah lirik akhir dari lagu Syerin dan Daniel. Lirik yang jujur dan juga musik yang begitu mengalir membuat mereka dapat skor tertinggi. Bukan hanya itu, berkat lagu tersebut Daniel dan Syerin memulai hubungan yang baru. Semua karna sebuah lagu. Lagu mereka, yang berjudul Our Song.

Rabu, 09 April 2014

Ragam dan Fungsi Bahasa

04.40 Posted by Yuni Putri Wulan Sari No comments

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, dialek, serta menurut medium pembicara. Sebagai contoh adalah cara kita berkomunikasi dengan orang tua akan berbeda dengan teman yang sebaya. Sesama teman pun juga bisa berbeda bahasanya karena ada perbedaan hubungan pertemanan yang terjalin antar orang yang sedang berkomunikasi.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Bahasa berfungsi sebagai sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat. Dapat juga digunakan sebagai pengadaptasi di suatu tempat yang baru sehingga pendatang bisa terlihat lebih sopan dibanding dengan menggunakan bahasa asal daerahnya. Bahasa dapat digunakan sebagai penelaah di tempat dimana kita menetap sehingga kita dapat mudah beradaptasi. Membangun kecerdasan juga dapat diasah melalui bahasa, karena bisa lebih kreatif dengan dilatih dengan permainan kata kata atau dengan penganalisaan yang dibuat.

Referensi: http://anissanur90.wordpress.com/2013/10/23/ragam-dan-fungsi-bahasa/

Selasa, 28 Januari 2014

Membuat Draft Karangan Ilmiah

21.05 Posted by Yuni Putri Wulan Sari No comments
Membuat draft karangan ilmiah yang berjudul "Games Mengasah Kemampuan Otang Menggunakan Macromedia Flash".

Di zaman sekarang ini anak anak memanfaatkan teknologi sebagai media segala hal, misalnya saja bermain games. Untuk memberikan manfaat yang didapatkan untuk anak yang suka bermain game, dibuatlah game pembelajaran untuk mengasah otak agar bermain games bisa jadi lebih bermanfaat. Pembuatan games ini dibuat dengan menggunakan Macromedia Flash, hal ini dapat memberikan kelebihan karena dapat dioperasikan dimana saja, seperti komputer, tablet, telepon genggem dan juga telepon pintar. Dalam games ini akan dibuat bagaimana si pengguna bisa memecahkan masalah dengan logika yang tinggi dan didukung juga dengan visual yang bagus agar pengguna tidak bosan dengan permainan yang sedang dimainkan.

Jumat, 24 Januari 2014

Kutipan dan Daftar Pustaka

23.56 Posted by Yuni Putri Wulan Sari No comments
PENGERTIAN KUTIPAN
Kutipan adalah pengambil alihan satu atau lebih kalimat dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri. Kutiupan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.
Bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum, hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum. Jadi, pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.

PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka atau biasa juga disebut bibliografi yaitu sebuah daftar yang berisi judul-judul buku, artikel, makalah, dan bahan-bahan dalam bentuk lainnya yang dijadikan sumber atau rujukan untuk sebuah buku atau bentuk tulisan lainnya.

daftar pustaka: http://nabiyutiful.blogspot.com/2011/01/kutipan-dan-daftar-pustaka.html

Sabtu, 30 November 2013

BAB PENDAHULUAN

06.46 Posted by Yuni Putri Wulan Sari No comments
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Di dalam era digital ini, semua orang sudah melakukan segala hal dengan praktis  dan fleksibel. Praktis dan fleksibel juga banyak orang inginkan dibidang permainan, contohnya anak- anak yang lebih sering bermain dengan laptopnya. Salah satu aplikasi yang bisa membuat games adalah Flash, yang dahulu bernama Macromedia Flash. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar yang berada di dalam games . Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama Action Script yang muncul pertama kalinya pada Flash 5. Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama Future Splash.
1.2  Batasan Masalah

Dalam games ini akan memiliki konsep memecahkan masalah yang ada menggunakan logika pemain. Terdapat syarat – syarat yang harus digunakan untuk membentuk logika.

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan games ini adalah membuat anak anak yang suka bermain dengan gadget menjadi sarana pengedukasi khususnya mengasah logika.
1.4  Metode Penulisan
1.      Analisis Masalah
Penganalisaan mengenai bidang yang kurang dikusasai oleh anak – anak pecinta games dan gadget.
2.      Pengumpulan Isi Konten

Mempersiapkan segala animasi yang dibutuhkan untuk menjadi model dalam games.

3.      Membuat Struktur Navigasi
Struktur navigasi memberikan gambaran link dari halaman satu ke halaman lainnya. Struktur navigasi digunakan pada multimedia non linier dan diadaptasidari desain web.

4.      Merancang Tampilan Games
Merancang tampilan saat games sedang berjalan.
5.      Membuat Script
Membuat code yang bertujuan untuk memberikan efek jika kita melakunan hal didalam games.
6.      Uji Coba Games
Berisi apa saja yang terjadi saat mengeksekusi games.
7.      Menyimpan          
Berisi bagaimana menyimpan games setelah uji coba berhasil.
1.5  Sistematika Penulisan

Pembahasan dalam penulisan ini akan terdiri dari empat bab. Gambaran umum mengenai isi setiap bab penulisan ini akan dijelaskan sebagai berikut : 

BAB I : Pendahuluan
Bab ini terdiri dari empat bab yang menguraikan pokok persoalan yang terisi dari latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan serta sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori
Berisi semua dasar teori-teori yang digunakan dalam bagian pembuatan suatu program atau games. Pengertian dan penjelasan masuk kedalam landasan teori.

BAB III : Analisis dan Pembahasan
Menjelaskan bagaimana proses dalam analisis masalah, pengumpulan konten, membuat struktur navigasi, membuat script, uji coba dan menyimpan.

BAB IV : Penutup
Berisikan kesimpulan dari bab - bab sebelumnya, saran serta perbaikan atas masalah yang dibahas pada tulisan pembuatan games logika.